Karangtaruna Kamandaka 2 Desa Pangebatan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas mendeklarasikan gerakan anti-hoax Minggu (23/09) di Balai Desa setempat. Deklarasi dipimpin oleh Dwi Listyanto, seusai pelatihan jurnalistik yang menghadirkan narasumber Parsito dari Bagian Humas dan Protokol Pemkab Banyumas.

Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Pangebatan Santi Herlina mengatakan pihak pemerintah desa terus mendorong kegiatan generasi muda melalui karangtaruna. Ide deklarasi anti hoax lahir sebagai bentuk keprihatinan pengurus karang taruna atas banyaknya oknum yang menyebarkan informasi-informasi meresahkan bagi masyarakat.”Kami selaku aparat pemerintah desa selalu mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh karangtaruna,” katanya.

Dwi Listyanto usai memimpin deklarasi mengatakan sebagai anggota karangtaruna sudah sewajarnya menjadi pelopor gerakan anti hoax. Deklarasi anti-hoax dilakukan menyusul banyaknya berita bohong yang menimbulkan terpecahnya persatuan dan persaudaraan.”Kami pengurus dan anggota karangtaruna Kamandaka 2 Pangebatan menolak segala bentuk berita bohong yang menimbulkan rasa kebencian, permusuhan berlatar belakang suku, agama, ras dan antar golongan,” katanya.

Anto mengungkapkan deklarasi ini perlu dilakukan agar masyarakat tak termakan informasi hoax yang mudah berkembang melalui media sosial (medsos).”Dengan era teknologi, kita enggak bisa membendung. Tapi paling tidak menyaring kebenaran dari suatu informasi,” tegasnya. Anto menambah poin-poin deklarasi anti hoax antara lain karangtaruna menolak segala bentuk berita bohong yang menimbulkan rasa kebencian, permusuhan berlatar belakang suku, agama, ras dan antar golongan. Kami akan menyampaikan berita yang benar sesuai fakta yang terjadi, tidak menyebarkan berita hoax dan fitnah.”Serta akan menggunakan media sosial secara bijak, santun dan cerdas,” pungkasnya.

Heri Setiawan