Pangebatan, Banyumas (18/10/21) – Atinna Nur Kamila Intan Bahtiar (22) tidak menyangka bakal mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat. Begitulah pengakuan Atinna Nur Kamila Intan Bahtiar di depan para wartawan yang mewawancarainya. Ini tidak mengherankan, karena pada hari Senin (18/10/2021), Intan – begitu biasa ia disapa, diarak keliling desa tempat kelahirannya, Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggunakan kendaraan terbuka, dan disambut meriah oleh masyarakat di sepanjang jalan.

Atinna peraih medali emas PON Papua dari Pangebatan Banyumas
Atinna peraih medali emas PON Papua dari Pangebatan Banyumas

Penyambutan meriah ini karena Intan sudah membanggakan warga Pangebatan pada khususnya, dan Banyumas pada umumnya, dengan raihan prestasi nasional yang dicapainya. Atinna Nur Kamila Intan Bahtiar berhasil meraih medali emas cabang olahraga (cabor) lempar lebing putri untuk Jawa Tengah di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021. Tidak hanya meraih medali emas, Intan juga memecahkan rekor PON dan rekor nasional atas namanya sendiri. Dari rekor Nasional sebelumnya 50,46 meter, dipecahkan Intan dengan lemparan 51,26 meter.

Gadis kelahiran 18 November 1998 ini menceritakan, sejak kecil memiliki tenaga yang lebih besar dibanding teman-teman sebayanya.

Kelebihan anak kedua pasangan Ahmad Mahful Sidiq dan Soimah ini kemudian disalurkan melalui olahraga. “Waktu SD sudah pernah sampai nasional, SMP juga ke nasional, pernah juga ASEAN School Games di Thailand. 2019 ikut Sea Games Filipina,” kata Intan.

“Macam-macam ikut waktu SD dulu. Ada lompat jauh, lompat tinggi, badminton, voli juga pernah. Dulu SD juara nasional juga, di atletik juga, terus waktu SMP pernah ikut karate diajang nasional juga, terus lompat jauh dan lompat tinggi,” lanjutnya.

“Saya dulu mencari peluang saja, di Indonesia sedang kosong lempar lembing puterinya. Saya coba cari peruntungan di lempar lembing, Alhamdulillah setelah menekuni itu, sekarang dapat hasil yang maksimal,” terangnya.

Dan memang, meski ajang PON XX Papua merupakan PON pertama yang diikutinya, Intan langsung menyabet medali emas di sini.

Maka tidak mengherankan jika kepulangannya dari ajang Olahraga Nasional tersebut, Intan disambut dengan sukacita oleh warga desanya. Dari rumah, Intan begitu ia disapa, diarak menuju ke kantor balai desa setempat dengan menggunakan mobil terbuka untuk mengikuti proses penyambutan.

Di kantor balai desa, kedatangannya disambut dengan kesenian kentongan.

Atinna peraih medali emas PON Papua dari Pangebatan Banyumas
Agus Suroto, Kepala Desa Pangebatan di tengah wawancara yang meliput Atinna peraih medali emas PON Papua

Kepala Desa Pangebatan Agus Suroto mengatakan, pemerintah desa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) sengaja membuat acara penyambutan sebagai apresiasi atas keberhasilan Atinna di ajang PON Papua. Agus menuturkan, dirinya dan warga sangat bangga dengan prestasi yang diraih Intan.

Harapannya prestasi ini bisa menjadi motivasi dan lecutan bagi generasi muda yang lain untuk terus berprestasi.

“Prestasi Intan ini sebagai bukti bahwa meski berasal dari masyarakat yang sederhana, namun bisa berprestasi di tingkat nasional dengan mewakili provinsi,” tandasnya.

Atinna peraih medali emas PON Papua dari Pangebatan Banyumas
Atinna peraih medali emas PON Papua dari Pangebatan Banyumas mendapat apresiasi dari DPRD dan Pemerintah Desa Pangebatan

Pada kesempatan ini, Intan juga mendapat bantuan apresiasi dari DPRD Banyumas dan bingkisan dari Pemdes Pangebatan.

Setelah prosesi penyambutan di kantor desa selesai, ia kembali lagi diarak keliling desa. Dalam perjalanan, banyak masyarakat yang memberikan sambutan.

Bahkan para siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Pangebatan, tempat di mana Intan Bahtiar pernah menuntut ilmu saat kecil turut memberikan sambutan dengan berjajar membentuk barisan di pinggir jalan.

Atinna peraih medali emas PON Papua dari Pangebatan Banyumas dan Bupati Banyumas
Atinna peraih medali emas PON Papua dari Pangebatan Banyumas dan Bupati Banyumas

Usai diarak keliling desa, gadis kelahiran 18 November 1998 tersebut selanjutnya menuju ke Pendapa Si Panji untuk mendapat penyambutan dari Bupati Banyumas, Achmad Husein. Bupati Achmad Husein menjanjikan memberikan apresiasi kepada Intan yang mekanismenya akan diatur dan dilaksanakan oleh Dinporabudpar Banyumas.

Hanya mendapatkan libur di kampung halaman seminggu, kemudian Intan harus langsung fokus untuk menyiapkan diri di ajang Asian Games dan SEA Games.