Refleksi Sumpah Pemuda di Masa Pandemi Covid-19

Sudah dua tahun lebih pandemi covid-19 melanda hampir di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Jatuh bangun penanganan pandemi sudah kita lewati. Banyak momentum bersejarah yang ‘terpaksa’ tidak dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya saat kondisi normal. Semua lini tengah fokus mengkampanyekan “protokol kesehatan” dan “ayo vaksinasi” demi menciptakan kekebalan komunal. Segala aktivitas masih dapat berjalan meski harus terikat protokol kesehatan yang ketat.

Momentum Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober ini menjadi ajang bagi kita masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda untuk kembali menundukkan pandangan, mengheningkan cipta sejenak mengingat masa perjuangan ketika merebut kemerdekaan. Sumpah Pemuda merupakan salah satu wujud nyata semangat kebangsaan dan menjadi titik awal lahirnya persatuan dan kekompakan generasi muda untuk memerdekakan diri dari jeratan penjajah.

Dahulu, para generasi muda saling bekerja sama merebut kemerdekaan dari penjajahan asing. Tentunya bukan hal yang mudah bagi mereka, namun semangat berjuang dan rela berkorban telah membuktikan bahwa mereka layak menyandang gelar ‘pahlawan’. Lantas, apa yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda untuk melanjutkan perjuangan mereka?

Saat ini, mungkin kita sudah terbebas dari penjajahan bangsa asing. Namun, agaknya kita tidak pantas kalau hanya berleha-leha dan menikmati kemerdekaan di masa kini. Masih banyak hal yang harus terus kita perjuangkan. Apalagi di tengah wabah covid-19 yang masih melanda. Meskipun saat ini kondisi sudah berangsur membaik, tetapi kita tidak boleh lengah. Gotong royong, saling bahu-membahu, menolong yang membutuhkan, harus terus kita lakukan sampai tetes darah penghabisan.

Sumpah Pemuda adalah momentum bersejarah yang sangat berharga. Sumpah pemuda juga menjadi bukti nyata peran serta generasi muda dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan. Maka dari itu, tongkat estavet perjuangan dari pada pendahulu kita harus diteruskan demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Sebagai generasi muda, kita harus terus mengingat dan menanamkan kuat-kuat dalam diri kita mengenai ikrar Sumpah Pemuda “Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.”
Selamat Hari Sumpah Pemuda! Bangkitlah pemuda-pemudi Indonesia!